Ayat-ayat ini saya ambil dari ceramah Ustd Yusuf Mansyur di televisi
1.
Al Isro' 82
وَنُنَزِّلُ
مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ
وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا
يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
١٧:٨٢
(Dan
Kami turunkan dari) huruf min di sini menunjukkan makna bayan atau
penjelasan (Alquran suatu yang menjadi penawar) dari kesesatan (dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman) kepadanya (dan Alquran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim) yakni orang-orang
yang kafir (selain kerugian) dikarenakan kekafiran mereka
2.
Al Fushilat 44
وَلَوْ
جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا
لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ
ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ
لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ
وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي
آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ
عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِن
مَّكَانٍ بَعِيدٍ
٤١:٤٤
(Dan
jika Kami jadikan ia) yakni Alquran itu (suatu bacaan dalam bahasa
selain bahasa Arab tentu mereka mengatakan, "Mengapa tidak)
kenapa tidak (dijelaskan) diterangkan (ayat-ayatnya?) sehingga kami
dapat memahaminya. (Apakah) patut Alquran (dalam bahasa asing
sedangkan) nabi (adalah orang Arab) Istifham atau kata tanya di sini
mengandung makna ingkar, yakni menunjukkan keingkaran mereka. Dan
lafal A'jamiyyun ini dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca
Tas-hil. (Katakanlah, "Alquran ini bagi orang-orang yang beriman
adalah petunjuk) dari kesesatan (dan penawar) dari kebodohan. (Dan
orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan)
penutup, sehingga mereka tidak dapat mendengar (sedangkan Alquran itu
suatu kegelapan bagi mereka) karena itu mereka tidak dapat
memahaminya. (Mereka itu adalah seperti orang-orang yang dipanggil
dari tempat yang jauh") karenanya mereka tidak dapat mendengar
dan tidak dapat memahami panggilan yang ditujukan kepadanya.
3.
Yunus 57
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم
مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ
لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِينَ
١٠:٥٧
(Hai
manusia) yakni penduduk Mekah (sesungguhnya telah datang kepada
kalian pelajaran dari Rabb kalian) berupa Alkitab yang di dalamnya
dijelaskan hal-hal yang bermanfaat dan hal-hal yang mudarat bagi diri
kalian, yaitu berupa kitab Alquran (dan penyembuh) penawar (bagi
penyakit-penyakit yang ada di dalam dada) yakni penyakit akidah yang
rusak dan keragu-raguan (dan petunjuk) dari kesesatan (serta rahmat
bagi orang-orang yang beriman) kepadanya.
4.
At Taubah 14
قَاتِلُوهُمْ
يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ
وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ
وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ
٩:١٤
(Perangilah
mereka niscaya Allah akan menyiksa mereka) Allah pasti akan membunuh
mereka (dengan perantaraan tangan kalian dan Allah akan menghinakan
mereka) Dia akan membuat mereka hina melalui cara penahanan dan
penindasan (dan menolong kalian terhadap mereka serta melegakan hati
orang-orang yang beriman) melalui apa yang telah dilakukan oleh Bani
Khuzaah terhadap mereka yang merusak perjanjian.
5.
Al Mu'minun 115-118
أَفَحَسِبْتُمْ
أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا
وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
٢٣:١١٥
(Maka
apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian
secara bermain-main) yakni tidak ada hikmah dan manfaatnya (dan bahwa
kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?) kalau dibaca Laa
Turja'uuna artinya, kalian tidak dikembalikan. Dan kalau dibaca
Tarji'uuna artinya, kalian akan kembali. Tentu saja tidak, sebenarnya
supaya kalian menjadi hamba-hamba-Ku untuk Kami perintah dan Kami
larang, kemudian kalian kembali kepada Kami untuk menerima pembalasan
amal perbuatan kalian. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh
firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka menyembah Aku." (Q.S.
Adz-Dzariyat, 56).
فَتَعَالَى
اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ
إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
٢٣:١١٦
(Maka
Maha Tinggi Allah) dari main-main dan hal-hal lainnya yang tidak
layak bagi kebesaran-Nya (Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan
selain Dia, Rabb Yang mempunyai Arasy yang mulia) yakni Al-Kursi atau
singgasana bagi raja.
وَمَن
يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا
بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ
عِندَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ
الْكَافِرُونَ
٢٣:١١٧
(Dan
barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tak
ada suatu dalil pun baginya tentang itu) lafal Laa Burhaana ini
menjadi sifat yang Kasyifah atau yang terbuka, akan tetapi tidak
dimengerti, karena pada kenyataannya hal itu mustahil (maka
sesungguhnya perhitungannya) yakni pembalasan perbuatannya itu (di
sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak
beruntung) yakni tidak berbahagia.
وَقُل
رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ
الرَّاحِمِينَ
٢٣:١١٨
(Dan
katakanlah! "Ya Rabbku! Berilah ampun dan berilah rahmat) kepada
orang-orang Mukmin dalam bentuk rahmat di samping ampunan itu (dan
Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik") artinya Pemberi
rahmat yang paling utama.
6.
Al Hasr 21-24
لَوْ
أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ
جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا
مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا
لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ٥٩:٢١
(Kalau
sekiranya Kami menurunkan Alquran ini kepada sebuah gunung) lalu
dijadikan-Nya pada gunung tersebut akal sebagaimana manusia (pasti
kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah) terbelah-belah
(disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu) yang
telah disebutkan di atas tadi (Kami buat untuk manusia supaya mereka
berpikir) yang karenanya lalu mereka beriman.
هُوَ
اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ
هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ ٥٩:٢٢
(Dialah
Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang
nyata. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).
هُوَ
اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ
الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ
الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ
اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
٥٩:٢٣
(Dialah
Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci) dari semua
apa yang tidak layak bagi keagungan dan kebesaran-Nya (Yang Maha
Selamat) artinya Yang Bebas dari segala sifat-sifat kekurangan (Yang
Maha Mengamankan) para rasul-rasul-Nya dengan menciptakan mukjizat
bagi mereka (Yang Maha Memelihara) berasal dari lafal
haimana-yuhaiminu, dikatakan demikian apabila seseorang selalu
mengawasi sesuatu. Makna yang dimaksud ialah, Dia Maha Menyaksikan
amal perbuatan hamba-hamba-Nya (Yang Maha Perkasa) yakni Yang Maha
Kuat (Yang Maha Kuasa) untuk memaksa makhluk-Nya supaya menuruti apa
yang dikehendaki-Nya (Yang Maha Agung) dari semua sifat yang tidak
layak bagi keagungan-Nya. (Maha Suci Allah) Dia memahasucikan Zat-Nya
sendiri melalui ayat ini (dari apa yang mereka persekutukan)
dengan-Nya.
هُوَ
اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ
ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ
يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ
٥٩:٢٤
(Dialah
Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan) makhluk-Nya dari tiada (Yang
membentuk rupa, hanya kepunyaan-Nyalah asma-asma yang paling baik)
yang berjumlah sembilan puluh sembilan, sebagaimana yang telah
disebutkan dalam hadis. Lafal al-husna adalah bentuk muannats dari
lafal al-ahsan. (Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di
bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) penafsirannya
sebagaimana yang telah lalu.
7.
An Nahl 69
ثُمَّ
كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي
سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن
بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ
أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ
ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
١٦:٦٩
(Kemudian
makanlah dari setiap buah-buahan dan tempuhlah) masukilah (jalan
Rabbmu) jalan-jalan yang telah ditunjukkan oleh-Nya kepadamu di dalam
mencari rezekimu (yang telah dimudahkan) lafal dzululan ini adalah
bentuk jamak dari lafal tunggal dzaluulun; berkedudukan menjadi hal
dari lafal subula rabbiki. Artinya jalan yang telah dimudahkan bagimu
sehingga amat mudah ditempuh sekali pun sangat sulit dan kamu tidak
akan sesat untuk kembali ke sarangmu dari tempat itu betapa pun
jauhnya. Akan tetapi menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa lafal
dzululan ini menjadi hal daripada dhamir yang terdapat di dalam lafal
uslukiy sehingga artinya menjadi: yang telah ditundukkan untuk
memenuhi kehendakmu. (Dari perut lebah itu keluar minuman) yakni
berupa madu (yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia) dari berbagai macam penyakit. Menurut
suatu pendapat dikatakan dari sebagian penyakit saja karena
ditunjukkan oleh pengertian ungkapan lafal syifaaun yang memakai
nakirah. Atau sebagai obat untuk berbagai macam penyakit bila
digabungkan dengan obat-obat lainnya. Aku katakan bila tidak dicampur
dengan obat yang lain, maka sesuai dengan niat peminumnya. Sungguh
Nabi saw. telah memerintahkan untuk meminum madu bagi orang yang
perutnya kembung demikianlah menurut riwayat yang telah dikemukakan
oleh Imam Bukhari dan Muslim. (Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang
memikirkan) ciptaan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar